Lokal  

Yadi Rusmayadi Terus Berupaya Memantaskan Diri untuk Memimpin Purwakarta

taktis.co – Sehari setelah menjelajahi wilayah Kecamatan Jatiluhur dan Sukatani. Bakal Calon Bupati Purwakarta Yadi Rusmayadi bersama para relawan meluncur, berkunjung dan bersilaturahmi dengan warga Desa Cijunti dan Cisaat di Kecamatan Campaka serta warga Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Sabtu 22 Juni 2024.

Sejauh ini, sudah puluhan desa pada belasan kecamatan yang ia kunjungi bersama para relawan dan simpatisan partai pengusung. Rencananya, hingga menjelang masa tenang nanti, Bos Maranggi yang mantan pejabat di Pemrov DKI Jakarta itu juga akan berkunjung dan bersilaturahmi dengan warga di seluruh desa dan kelurahan yang ada di wilayah Kabupaten Purwakarta.

“Insyaallah, untuk bersilaturahmi dengan warga di desa-desa saya akan berupaya semaksimal mungkin untuk bisa berkunjung ke seluruh desa dan kelurahan yang ada di Purwakarta. Ini juga untuk menyerap aspirasi, agar dikemudian hari jika saya ditakdirkan memimpin kabupaten ini, saya bisa merealisasikan program dengan tepat guna dan tepat sasaran,” kata Kang Yadi, kepada awak media.

Menurutnya, wilayah Kabupaten Purwakarta, yang terdiri dari 183 desa dan 9 kelurahan pada 17 kecamatan merupakan daerah yang populasinya sudah mencapai satu juta jiwa lebih. Dan didalamnya terdapat permasalahan yang kompleks dan beragam dimulai dari urusan layanan kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, kebutuhan pokok hingga ke soal ketersediaan pupuk untuk para petani.

“Momentum Pilkada ini, tentu harus dijadikan sebagai harapan baru untuk menjawab permasalahan yang ada. Dengan pengalaman 27 tahun bertugas di Pemprov DKI Jakarta, saya akan berupaya merumuskan kebijakan yang bisa melahirkan kesejahteraan dan keadilan untuk masyarakat Purwakarta. Tentu saja, hasil dari agenda blusukan ini juga bakal menjadi referensi merumuskan kebijakan,” kata Kang Yadi.

“Saya akan terus berupaya memantaskan diri agar dapat memahami potensi daerah, tetap berpihak pada masyarakat kecil, ditengah tantangan masa depan yang makin komplek,” lanjut Kang Yadi.

Menurutnya, Purwakarta sebagai daerah yang dihimpit kota besar, sudah seharusnya bisa memanfaatkan potensi geografis dan menjadi tempat strategis untuk tumbuh dan berkembang nya perekonomian masyarakat.

“Bukan hanya soal konsumtif dalam penggunaan APBD yang terbatas, tapi upaya-upaya kerja keras dan kerja cerdas juga harus terus dilakukan agar bisa mandiri berdiri di kaki sendiri, tanpa terus bergantung pada anggaran transfer pusat dalam pengelolaan anggaran rumah tangganya,” ujarnya, seraya mengatakan bahwa ia akan berupaya selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberi solusi dan jawaban terhadap permasalahan yang ada. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *