taktis.co – Lebih dari 500 alumni SMAN 25/1 Purwakarta yang berasal dari 66 angkatan gelar reuni di Taman Maya Datar, Alun-alun Pemkab Purwakarta, Sabtu, 18 November 2023. Mengambil tema, Pentingnya Mensyukuri Persahabatan, dalam reuni tersebut tampak hadir alumni dari angkatan 1960 hingga 1982 dan perwakilan dari angkatan 1983 hingga angkatan tahun 2000.
Dalam keterangannya, Ketua Dewan Penasehat Ikatan Alumni (ILUNI) SMAN 25/Purwakarta, Dr. H. Suherman Saleh, Ak, M.Sc., Ca. mengatakan bahwa persahabatan adalah salah satu hal terpenting dalam hidup yang patut patut disyukuri. Menurutnya, banyak hal luar biasa yang terjadi dalam sebuah reuni atau pertemuan para sahabat atau teman masa-masa sekolah.
“Reuni ini sejatinya adalah niat baik untuk memupuk tali persahabatan dan silaturahmi serta memanjatkan syukur kepada Allah SWT atas semua nikmat yang sudah diberikan. Selain ungkapan rasa syukur, kita semua tentu juga punya harapan jauh ke depan. Dengan persahabatan dan persaudaraan akan mempermudah urusan-urusan bisnis, kepentingan-kepentingan pribadi maupun kepentingan dalam hidup bermasyarakat,” kata Uda Herman, begitu salah satu tokoh masyarakat Purwakarta itu kerap disapa.
Alumni angkatan 1966 itu juga mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada Ketua Panita Reuni, Drs. H. Emuch Ruchjana, S.Sos, Kepala SMAN 1 Purwakarta, Hj. Titin Kuraesin, S.Ag, Ketua Umum Ikatan Alumni (ILUNI) SMAN 25/Purwakarta, Mayjen TNI (Purn) H. Tommy Basari Natanegara, SE, MM dam Sekretaris Umum Ikatan Alumni (ILUNI) SMAN 25/Purwakarta, Ahmad Arif Imamulhaq, S.Fil.
“Saya berharap, agenda-agenda sosial, pertemuan atau reuni para alumni sekolah ini membawa kebermanfaatan tak hanya untuk para alumni saja. Lebih luas lagi, keberadaan para alumni dan almamater sekolah ini dapat bermanfaat untuk masyarakat Purwakarta. Tentu juga bisa menegaskan kiprah untuk pembangunan Indonesia secara umum,” ujar Uda Herman.
Sementara, Ketua Umum ILUNI SMAN 25/1 Purwakarta, Mayjen TNI (Purn) H. Tommy Basari Natanegara, SE, MM menambahkan bahwa reuni ini merupakan ikhtiar dalam memperkuat silaturahmi dan meminimalisir kesenjangan antar generasi. “Ini yang selalu diajarkan Uda Herman kepada kami adik-adiknya. Penting bagi setiap alumni terus bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat Purwakarta umumnya, dan almamater tercinta khususnya,” kata alumni 1979 ini.
*Sekilas Sejarah SMANSA Purwakarta*
Dikutip dari laman SMA Negeri 1 Purwakarta, berikut sekilas sejarah sekolah yang beralamat di Jalan K.K Singawinata itu; SMA Negeri 1 Purwakarta merupakan salah satu SMA favorit di Kabupaten Purwakarta. Pada awal 1957, di Purwakarta yang menjadi Ibu Kota Keresidenan Jakarta belum ada SMA Negeri.
Yang ada hanya SMP, SKP, SGB dan ST. Selain sekolah-sekolah tingkat pertama itu, berdiri sekolah menengah swasta yaitu SMA Sabha Siswa. Oleh karena itu, ada keinginan dari masyarakat Purwakarta untuk memiliki sebuah SMA Negeri di kotanya sendiri.
Dengan dorongan dan keinginan untuk memiliki sebuah SMA Negeri, maka diusulkan lah draft pendirian sekolah dalam Rapat POM SMA Sabha Siswa yang pengajuannya diajukan oleh Bapak Parjan, beliau merupakan salahsatu pemborong di Purwakarta.
Hasil rapat tersebut selanjutnya disampaikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta dengan perantaraan; Gunasah Natabrata (Ketua Yayasan Sabha Siswa) yang pada waktu itu memangku jabatan sebagai Wakil Bupati Purwakarta.
Usulan tersebut selanjutnya dibawa ke forum rapat dengan para anggota dewan. Setelah melalui perdebatan yang cukup alot, akhirnya DPRD Kabupaten Purwakarta dengan suara bulat menyetujui didirikannya SMA Negeri di Kabupaten Purwakarta. Selanjutnya, Drs. Widodo Budidarmo dan Asikin Kusumaatmadja mengadakan penelitian dan inventarisasi para tenaga guru yang akan diajukan sebagai tenaga pengajar pada SMA Negeri terebut.
Setelah semua persyaratan dianggap cukup, selanjutnya Raden Gunasah Natabrata selaku Wakil Bupati Purwakarta menghadap ke kantor PKK di Bandung dan Kantor Inspeksi Pusat SMA di Jakarta untuk menyampaikan permohonan agar mulai tahun ajaran 1957/1958 sudah bisa berdiri SMA Negeri di Purwakarta dengan resmi.
Akhirnya, pada tanggal 17 Juli 1957, dengan SK Nomor SL.0158/SK/III/1957, PKK dengan resmi memutuskan berdirinya SMA Negeri di Purwakarta, yaitu SMA Negeri Bagian A, B, dan C dengan sebutan SMA Negeri 25 berdasarkan urutan SMA yang ada di Jawa Barat. Lalu, diangkatlah Toma Suriadireja sebagai kepala sekolah. ***








