Rabu sore ini, 16 April 2025, sejumlah ruas jalan protokol di Purwakarta mengalami kepadatan lalu lintas yang signifikan. Meningkatnya volume kendaraan dan hujan deras menjadi penyebab utama kemacetan yang terjadi, terutama menjelang sore hari.
Panji (25), seorang pengemudi ojek online, menggambarkan situasi tersebut. Ia menyebutkan bahwa kemacetan parah terjadi di beberapa titik, mulai dari perempatan lampu merah Sadang menuju Jalan Veteran (jalur kota) yang kerap mengalami kemacetan di simpang empat Cikopak.
“Kemacetan berlanjut dari pertigaan Jalan Kopi menuju simpang empat Jalan Baru, hingga patung Sukarno dan patung Egrang UPI,” kata Panji.
Tidak hanya di jalur tersebut, kemacetan juga terjadi di beberapa titik di jalur Munjul, terutama di sekitar gang-gang yang keluar masuk jalan utama. Curah hujan yang tinggi dan volume kendaraan yang banyak, dikombinasikan dengan keterbatasan badan jalan, semakin memperparah situasi.
Menanggapi situasi ini, Satlantas Polres Purwakarta langsung turun tangan untuk mengatur arus lalu lintas. AKP Muthia Kansa terlihat memimpin pengaturan lalu lintas, bahkan rela bertugas di tengah guyuran hujan deras. Kehadiran petugas kepolisian ini menjadi upaya untuk mengurai kemacetan yang terjadi.
Sementara, Agil Fauzan (32), seorang pengamat lalu lintas, memberikan pandangannya. Ia menilai bahwa berdasarkan Indeks Lalu Lintas (traffic index), Purwakarta berpotensi masuk dalam peringkat kota-kota termacet di Jawa Barat.
Agil menyoroti beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk mengendalikan kemacetan di Purwakarta, diantaranya mengaktifkan rambu-rambu lalu lintas di sejumlah titik jalan protokol.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya meningkatkan ketertiban pengguna jalan, mengurangi pertumbuhan kendaraan yang melebihi kapasitas jalan, menertibkan angkutan umum yang parkir sembarangan, serta membangun marka jalan, rambu-rambu, dan jalan alternatif.
“Semua upaya ini, perlu menjadi perhatian pemerintah untuk mengatasi masalah kemacetan di Purwakarta,” kata Agil. (DM)








