taktis.co – Bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Purwakarta ke-193 dan Kabupaten Purwakarta ke- 56, tepatnya pada Sabtu, 20 Juli 2024. Bakal Calon Bupati Purwakarta, Yadi Rusmasyadi hadir menyapa warga dan bersilaturahmi di sejumlah titik di Kecamatan Cibatu.
Cibatu adalah sebuah kecamatan di Purwakarta yang berbatasan dengan Kabupaten Subang di utara dan timur, Kecamatan Campaka di barat, dan Kecamatan Kiarapedes di selatan. Dengan luas wilayah sekitar 47,22 KM persegi, ada 10 desa yang terdapat di kecamatan tersebut, yaitu; Desa Wanawali, Cikadu, Cibukamanah, Cirangkong, Cipancur, Cipinang, Ciparungsari, Karyamekar, Cibatu dan Desa Cilandak.
Dalam sosialisasi pencalonannya, Balonkada yang digadang-gadang bakal diusung oleh Partai Nasdem, PKS, PKB dan PAN itu menyoroti sejumlah persoalan yang dikeluhkan warga desa mulai dari soal serapan tenaga kerja di wilayah tersebut hingga soal peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menjawab keluhan dan curhatan warga Cibatu, Kang Yadi mengatakan, ada sejumlah aspek penting yang harus diperhatikan dalam upaya peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Ada sejumlah aspek penting dalam pembangunan suatu wilayah yang saling terkait dan memiliki dampak yang mendalam terhadap kehidupan masyarakat. Dan salah satu indikator kesejahteraan dapat dilihat dari banyaknya fasilitas pendidikan, jumlah tempat ibadah dan fasilitas kesehatan di wilayah terkait,” kata Kang Yadi.
Sementara, berkaitan dengan permasalahan serapan tenaga kerja di wilayah Kabupaten Purwakarta, termasuk di Kecamatan Cibatu, salah satu kunci keberhasilannya tak lepas dari persoalan investasi yang ditanam oleh para investor.
“Sementara, untuk keberhasilan menarik investor, ada sejumlah indikator yang harus dipenuhi, diantaranya indikator stabilitas keamanan, kalau keamanan terjaga dengan baik maka tercipta kenyamanan kepada investor tersebut,” ujar Kang Yadi.
Hal lainnya, lanjut CEO Sate Maranggi Haji Yetty itu, adalah masalah ekonomi makro. Jika ekonomi makro alami kenaikan, maka investor akan membuka peluang usaha tersebut.
“Kemudian, indikator lainnya yang berkaitan dengan tata kelola pemerintahan yang baik dengan cara pelayanan maksimal yang di laksanakan oleh perangkat dinas terkait yang harus ditata kelola yang bagus dengan pelayanan yang mudah dan transparan,” ujar Kang Yadi.
Menurutnya, Kabupaten Purwakarta merupakan daerah yang ketiga di Jawa Barat dan daerah ke 21 di Indonesia yang telah membentuk program terpadu yang melibatkan sejumlah kementerian. Tinggal nanti bagaimana pemerintah daerah mengimplementasikan program tersebut secara berkelanjutan.
“Pada prinsipnya, pembangunan daerah juga harus diletakkan pada dimensi kemanusiaannya, lebih khusus lagi para pekerja disektor apapun. Hal ini juga yang mendorong saya untuk berkiprah di Kabupaten Purwakarta dengan membawa tagline Purwakarta Ngahiji,” demikian Kang Yadi.








